Dapatkah Kehendak Bebas Menghentikan Tuhan?

Salah satu anugerah terbesar yang diberikan YHWH kepada manusia adalah kehendak bebas. Kita tidak diciptakan sebagai robot, melainkan makhluk moral yang dapat memilih: taat atau menolak, percaya atau memberontak.

“Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu: kepada kamu kuperhadapkan hidup dan mati, berkat dan kutuk. Pilihlah hidup...”
– Ulangan 30:19

Manusia Bisa Menolak Tuhan

Firman mencatat bahwa para ahli Taurat dan orang Farisi menolak maksud YHWH atas mereka (Lukas 7:30). Ini menunjukkan bahwa YHWH memberikan ruang bagi manusia untuk merespons kasih karunia-Nya. Tapi ketika manusia menolak-Nya, mereka menolak kehidupan itu sendiri.

“Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi menolak maksud YHWH terhadap diri mereka...”
– Lukas 7:30

Namun, Rencana Kekal-Nya Tidak Dapat Dihentikan

Meskipun manusia bisa menolak bagian mereka dalam rencana-Nya, rencana kekal YHWH tetap akan digenapi. Dia bisa membangkitkan orang lain untuk melaksanakan kehendak-Nya. Seperti Mordekhai berkata kepada Ester:

“Jika engkau diam saja… maka kelegaan dan kelepasan itu akan datang dari pihak lain.”
– Ester 4:14

Dengan kata lain: kehendak bebas bisa membuat seseorang kehilangan bagian dalam panggilan Tuhan, tetapi tidak bisa menghentikan Kerajaan-Nya berjalan.

Kerelaan Adalah Jalan Persekutuan

Yeshua (Yesus Kristus) sendiri berkata: “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa.” Tapi Ia tidak memaksa. Dia mengundang. Dia memanggil. Hanya hati yang merespons dalam iman dan ketaatan yang dapat berjalan bersama-Nya.

“Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku.”
– Yohanes 6:44

Panggilan untuk Menyerahkan Kehendak

Hari ini, YHWH masih memanggil umat-Nya untuk menyerahkan kehendak sendiri dan menerima jalan-Nya. Bukan karena Dia memaksa, tapi karena hanya dalam kehendak-Nya ada kehidupan sejati.

DOA PENYERAHAN

“YHWH, aku serahkan kehendakku kepada-Mu. Aku tidak ingin berjalan dengan kekuatanku sendiri. Ampuni aku jika aku pernah menolak suara-Mu, menunda ketaatan, atau memilih jalanku sendiri. Aku percaya bahwa rencana-Mu sempurna. Dalam nama Yesus Kristus, aku memilih hidup, ketaatan, dan persekutuan dengan-Mu. Amin.”