Tunggul dan Harta di Ladang

Dalam pandangan manusia, tunggul hanyalah sisa dari pohon yang telah ditebang. Tapi dalam pandangan YHWH, tunggul adalah permulaan. Sesuatu yang telah dipangkas dan dilucuti — justru menjadi tempat bagi kehidupan baru yang kudus.

“Seperti pohon keramat dan pohon tarbantin yang tunggulnya tinggal tetap waktu ditebang, demikianlah benih yang kudus menjadi tunggulnya.”
– Yesaya 6:13

YHWH Menyisakan Sisa yang Kudus

Dalam setiap generasi, ketika sistem runtuh dan banyak yang gugur, YHWH selalu menyisakan Remnant — sisa kecil yang setia, tersembunyi, dan dimurnikan. Mereka mungkin tidak terlihat besar, tapi mereka mengandung benih kerajaan.

Harta Itu Selalu Tersembunyi

Yesus Kristus berkata bahwa Kerajaan Surga itu seperti harta terpendam di ladang (Matius 13:44). Dunia tidak akan mengenali nilainya. Tapi bagi yang mencari, mereka akan menjual segalanya untuk memilikinya. Remnant adalah harta itu — tersembunyi dalam ladang dunia yang terlihat biasa, tapi mengandung kuasa Surga.

“Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang…”
– Matius 13:44

Apakah Kamu Adalah Tunggul Itu?

Mungkin hidupmu telah mengalami penebangan — relasi hancur, pelayanan ditutup, pengharapan tercerabut. Tapi jika kamu tetap tinggal di dalam Yesus Kristus, kamu tidak mati — kamu sedang dibentuk sebagai akar kebenaran untuk generasi yang akan datang. Tunggul itu adalah benih masa depan.

Menjadi Harta, Bukan Sekadar Terlihat Berharga

Dunia mengagungkan tinggi, besar, cepat. Tapi YHWH menyukai yang tersembunyi, rendah, dan setia. Mereka yang menjadi milik-Nya akan disembunyikan seperti harta, agar dipelihara, dibentuk, dan dibangkitkan untuk waktu yang ditetapkan.

DOA PENYERAHAN

“YHWH, walau aku ditebang, aku tidak akan menyerah. Aku serahkan hatiku untuk menjadi tunggul yang kudus — tempat benih-Mu berakar. Biarlah aku menjadi harta-Mu yang tersembunyi, bukan berharga di mata dunia, tapi mulia di mata-Mu. Bentuk aku, sembunyikan aku, dan nyatakan kehendak-Mu dalam waktumu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.”