Apakah Alkitab Harus Diinterpretasikan Secara Harfiah atau Simbolis?
Segala sesuatu yang tertulis dalam Alkitab adalah Firman yang diilhamkan oleh Roh Kudus. Oleh karena itu, setiap kata dan kisah yang tercatat di dalamnya mengandung maksud ilahi yang hendak disampaikan kepada umat manusia. Kendati ada perbedaan dalam terjemahan atau kemungkinan penyimpangan kata karena keterbatasan penerjemahan manusia, namun Roh Kudus tidak pernah gagal untuk menyampaikan makna sejati kepada hati yang mau mendengar.
Kita tidak bisa membaca Alkitab dengan membawa prasangka atau paradigma pemikiran pribadi, karena hal itu akan membuat kita bias dan menafsirkan Firman Tuhan menurut kehendak kita sendiri. Firman Tuhan bukan untuk ditundukkan kepada pengertian manusia, melainkan untuk diimani dan diterima dengan kerendahan hati.
Hal yang paling penting adalah ini: setiap kali Anda membuka dan membaca Alkitab—apa pun versi atau terjemahannya—berdoalah terlebih dahulu kepada Roh Kudus. Mintalah kepada-Nya di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus agar Dia menyatakan kebenaran Firman, mengoreksi jika ada kesalahan terjemahan, dan memberikan pewahyuan tentang makna sejatinya. Roh Kudus adalah Penolong yang setia, dan Ia akan memberi kesaksian kepada roh Anda bila Anda sungguh-sungguh meminta-Nya.
Yohanes 16:13 berkata: “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”
Maka, entah Alkitab mengandung bahasa harfiah atau simbolis, kuncinya bukan pada metode penafsiran, tetapi pada keterbukaan hati kepada Roh Kudus. Dialah yang akan menyingkapkan makna yang tersembunyi dan menuntun umat Tuhan kepada pengertian yang benar dan kudus. Ingatlah selalu, Firman itu hidup dan berkuasa, dan hanya dapat dimengerti oleh mereka yang hidup dalam persekutuan dengan Sang Firman itu sendiri, yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Yesus Kristus adalah setia. Dia tidak akan membiarkan anak-anak-Nya tersesat bila mereka mencari-Nya dengan segenap hati.
Soli Deo Gloria
Kembali ke Pertanyaan Yang Sering Diajukan

