Mengapa Beberapa Kitab Tidak Dimasukkan dalam Alkitab?
Dalam sejarah penyusunan kanon Kitab Suci, kita melihat adanya berbagai perpecahan doktrinal dan keputusan manusia yang dipengaruhi oleh roh-roh perpecahan dan kepentingan teologis tertentu. Akibatnya, beberapa kitab — yang dikenal sebagai apokrifa — tidak dimasukkan dalam versi Alkitab yang digunakan oleh sebagian besar umat Kristen Protestan modern.
Padahal, terjemahan Yunani Perjanjian Lama (Septuaginta), yang digunakan oleh Tuhan Yesus dan para rasul pada zaman pelayanan-Nya di bumi, mencantumkan kitab-kitab apokrifa di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa pada awalnya, kitab-kitab tersebut diakui dan dibaca oleh umat Tuhan di masa Gereja mula-mula.
Namun seiring waktu, perpecahan antar denominasi, perdebatan doktrinal, dan pengaruh-pengaruh duniawi mulai membentuk batas-batas kanon yang berbeda-beda. Gereja Katolik, Ortodoks Timur, dan beberapa tradisi Timur lainnya masih mempertahankan kitab-kitab apokrifa dalam kanon mereka, sedangkan gereja-gereja Protestan — pasca Reformasi — memilih untuk mengeluarkannya.
Buah dari Perpecahan
Di balik semua perbedaan itu, kita harus menyadari bahwa roh perpecahan bukan berasal dari Tuhan. Alkitab berkata:
"Setiap kerajaan yang terpecah-pecah melawan dirinya sendiri pasti binasa..."
(Matius 12:25)
Ketika tubuh Kristus terpecah dan masing-masing membangun sistem doktrin yang berbeda tanpa kasih dan tanpa kerendahan hati untuk saling menguji di bawah terang Roh Kudus, maka keutuhan pewahyuan Tuhan menjadi kabur. Tujuan musuh adalah supaya umat Tuhan tidak memiliki gambaran utuh tentang kebenaran, melainkan terpecah, kabur, dan tidak berdaya. Dan ini adalah bagian dari peperangan rohani yang nyata.
Meminta Tuntunan Roh Kudus
Karena itu, kita sebagai umat percaya harus belajar untuk tidak bersandar pada tradisi semata, tetapi terus bertanya kepada Roh Kudus:
“Tunjukkanlah mana yang berasal dari-Mu, dan mana yang berasal dari manusia.”
Tidak semua tulisan apokrifa diilhamkan secara setara dengan Kitab Suci, namun banyak dari kitab-kitab itu mengandung terang, hikmat, dan sejarah rohani yang bisa memperlengkapi pemahaman kita — bila dibaca dengan pimpinan Roh Kudus dan bukan dengan roh penyesat atau kebingungan.
Kesimpulan
Alasan beberapa kitab tidak dimasukkan dalam Alkitab adalah karena keputusan manusia yang terpengaruh oleh perpecahan dan doktrin. Tetapi umat Tuhan dipanggil untuk mencari kebenaran yang utuh dengan roh yang rendah hati, dengan hati yang mengasihi kebenaran, dan dengan kepekaan terhadap suara Roh Kudus. Firman Tuhan tetap berdiri teguh selamanya, dan mereka yang haus akan kebenaran akan dipimpin oleh-Nya ke dalam segala kebenaran.
Soli Deo Gloria
Kembali ke Pertanyaan Yang Sering Diajukan

